Memahami Sirkit Reset



Setiap mikrokontrol niscaya memakai sirkit  RESET.
Ada 2 macam sistim tegangan reset, adalah reset “aktip high” dan reset “aktip low”.
Umumnya sirkit reset pada televisi memakai sistim reset “aktip low”. 
Reset “aktip high’ umumnya dijumpai pada sistim audio compo.
Tegangan reset bekerja “hanya sesaat” adalah ketika mikrokontrol menerima tegangan Vcc input.
Untuk memahami perbedaan kedua sistim ini, maka lihatlah gambar grafis dibawah ini.




Reset “aktip low”
Amati gambar grafis.
Pada ketika mikrokontrol menerima tegangan Vcc input , maka pin-Reset ditahan tetap nol (ditunda) tegangannya utk sesaat, lalu gres naik hampir sama dgn tegangan Vcc.
Sulit utk mengamati apakah tegangan reset low telah bekerja normal dengan hanya memakai voltmeter.
Umumnya jikalau pin reset jikalau diukur telah ada tegangan, maka kita anggap reset telah bekerja. Sedang jikalau pin-reset tidak ada tegangan sama sekali, maka berarti sirkit reset bermasalah.

Reset “aktip high”.
Amati grafis.
Pada ketika mikrokontrol menerima tegangan Vcc input, maka pada ketika bersamaan pin reset menerima tegangan “tetapi hanya sesaat”.
Reset high gampang diamati dgn volt meter. Pasang volt meter pd pin-reset. Hidupkan pesawat (colokin listrik), maka pin-reset aka ada tegangan “high” sesaat, dan lalu kembali ke nol. Jika ada tegangan terus berarti sirkir reset bermasalah.

Beberapa pola sirkit RESET. 
Sirkit reset aktip low paling sederhana hanya memakai sebuah resistor dan sebuah elko.
Untuk menciptakan sirkit menjadi aktip high, maka cukup ditambah sebuah transistor sebagai inverter.
Kadang kalau tidak sanggup memperoleh ic sirkit pengganti, maka sirkit reset kami buatkan menyerupai pola gambar tersebut.






**************************


Sumber http://marsonotv.blogspot.com/

0 Response to "Memahami Sirkit Reset"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel